Cerca menggema dalam relung sadar
Mengiang bak gemuruh badai hancurkan mayapada
Menjebol tembok-tembok kuasa terakhir
Hingga meninggalkan luka dalam batin
Apakah semua harus berakhir dengan satu kata “kepastian”?
Padahal semua penuh dengan prasangka
Semuanya tidaklah memiliki kedigjayaan
Ia pun akan sirna dengan segala yang ia miliki
Hidup sangat bejat
Ia singkirkan segala yang tak disukainya
Jauh ke dalam lembah kenistaan
Dan tergeletak dengan luka memar sekujur tubuh
Oh….jagad dewa Batara
Sampai kapan kau biarkan mereka hancur
Tidakkah kau iba dengan penderitaan mereka?
Tangan mereka tak lagi kuasa meraih unsur terkecil dalam hidup yang kau ciptakan
Kaki mereka tlah lemah
Akibat terjatuh dalam jurang nista itu
Tubuh mereka pun tak lagi berbentuk
Maafkan aku dewa
Jika aku menggugat segala ciptaanmu
Aku hanya tak ingin ini terjadi
Namun aku pun tak mampu melawan
Lewat kata-kata, ya, hanya lewat kata-kata ini
Aku dapat melawan
Tubuhku tak lagi mampu untuk berperang
Melawan segala ketidakadilan ini
Terima kasih, dewa
Kau ternyata masih sayang padaku
Dengan memberiku sebuah senjata ini
Senjata yang tak pernah dapat terkalahkan, PIKIRAN
Dalam relung batin yang mulai sunyi
Ahmad Baiquni
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
5 comments:
Dasar orang filsafat, kapan ya kamu nulis yg tidak membuatku berpikir 2 x?
Sayang senjata yang diberikan Tuhan itu tidak pernah kau gunakan. Kau lebih banyak tidur dari pada bangunnya. Kasihan Tuhan, dia memberikan senjata pada orang yang salah.
Kelik B21
mas, jgn trlalu emosi dong...hehehe
aslmkum.....
trima kasih datanya pak,,,
salam kenal, smoga istiqomah dan barokah ilmunya...
-muslim psi07-
nice post
Post a Comment